Penerapan Prinsip Pencemar Membayar (Polluters Pay Principle) Pada Kasus Tindak Pidana Kerusakan Lingkungan Dengan Dakwaan Delik Korupsi (Studi Kasus: Gubernur Sulawesi Tenggara)

Syifadilla Subagyo Putri

Abstract


This study examines the application of the Polluter Pays Principle in the case of Nur Alam, former Governor of Southeast Sulawesi, who was convicted of corruption related to mining permits that caused environmental damage. Using a normative juridical approach, this research analyzes Law No. 32 of 2009 and Ministerial Regulation No. 7 of 2014. The findings reveal that ecological losses resulting from corruption should be classified as state losses. However, Indonesia’s legal framework remains weak in integrating environmental aspects into corruption cases involving natural resources.

Keywords


Polluter Pays, Corruption, Environmental Damage

Full Text:

PDF

References


Barnas, M. D. (2022). Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Pidana Korupsi (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 97/PK/PID. SUS/2019). Verstek, 10(2), 409-417.

Febrianto, W., Afriani, S., & Jaya, E. (2023). Dalil Kerusakan Lingkungan Hidup sebagai Dasar Pemenuhan Unsur Kerugian Negara dalam Tindak Pidana Korupsi.

Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum, 4(5), 445-463.

Lazuardi, Muhammad Hida. Kebijakan Pajak Kendaraan Bermotor, Dikaji dari Prinsip Pencemar Membayar. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia. Vol.7. No.2 (September 2021).

Kristiana, Elly, dan Eti Mul. Prinsip Pencemar Membayar (Polluter Pays Principle Dalam Sistem Hukum Indonesia. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. Vol.9. No.2 (Mei 2021).

Muhdar, Muhamad. Eksistensi Polluter Pays Principle dalam Pengaturan Hukum Lingkungan di Indonesia. Mimbar Hukum. Vol.21. No.1 (Februari 2009).

Pratama, A., & Mumpuni, N. W. R. (2025). Analisis Pengaturan Pajak Karbon di Indonesia Ditinjau Prinsip Pencemar Membayar (Polluter Pays Principle)(Studi Komparatif dengan Negara Singapura): Studi Komparatif dengan Negara Singapura. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(1).

Purwendah, EK, & Erowati, EM (2021). Prinsip Pencemar Membayar (Prinsip Polluter Pays) Dalam Sistem Hukum Indonesia. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha , 9 (2), 340-355.

Rahayu, S., & Permatasari, B. (2022). Implementasi Prinsip Pencemar Membayar Atas Kerusakan Lingkungan Akibat Pertambangan. DATIN Law Jurnal, 3(1).

Rofi'i, I. (2020). Kajian Yuridis Pertanggungjawaban Korporasi Terhadap Kerusakan Lingkungan Yang Mengakibatkan Kerugian Negara Dalam Putusan Nomor 2633/K/PID. SUS/2018. Novum: Jurnal Hukum, 7(4).

Sahala, A. R., & Najicha, F. U. (2022). Penerapan asas pencemar membayar. Jurnal Hukum To-Ra: Hukum Untuk Mengatur Dan Melindungi Masyarakat, 8(2), 209-216.

Sipayung, Oktaviani br, dan Ismanyah. Polluter Pays Principle dalam Perspektif Hukum Pidana. Unes Law Review Journal. Vol.5. No.4 (Juni 2023).

Antikorupsi. (2018, April 2). Vonis untuk Nur Alam Mengecewakan. Indonesia Corruption Watch.

Diakses 2 November 2025, pukul 10.15 WIB, dari https://antikorupsi.org/id/article/vonis-untuk-nur-alam-mengecewakan

Suryaningtyas, B. T., & Suryatantra, R. E. (2024, Mei 7). Diskusi Publik Bidang Jurnalistik LK2 FHUI:“Ruang Lingkup Kerugian Negara pada Delik Tindak Pidana Korupsi”. LK2 FHUI. Diakses 2November 2025, pukul 10.18 WIB, dari https://lk2fhui.law.ui.ac.id/portfolio/diskusi-publik-bidang-jurnalistik-lk2-fhui-ruang-lingkup-kerugian-negara-pada-delik-tindak-pidana-korupsi/




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.17511463

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Media Hukum Indonesia (MHI)

E-ISSN :3032-6591

Organized by Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane,