Analisis Yuridis Perbuatan Melawan Hukum Terhadap Dugaan Unsur Penyesatan Dalam Perjanjian Kawin
Abstract
A prenuptial agreement serves as a legal instrument that enables spouses to regulate their rights and obligations throughout the course of marriage. However, in practice, such agreements are not immune to legal deviations, particularly regarding the element of misrepresentation which may constitute an unlawful act (onrechtmatige daad). This study aims to provide a juridical analysis of potential misrepresentation in prenuptial agreements and the legal remedies available under Indonesian law. Utilizing a normative legal approach and a case study of Decision Number 526/PDT/G/2012/PN.Jkt.Sel, the research reveals that agreements formed dishonestly and without mutual understanding between the parties may be deemed invalid and annulled by the court. Misrepresentation in this context is considered a defect of consent that violates the principles of honesty and equality in civil contracts. The court's decision highlights that Indonesian law, through civil litigation mechanisms, is capable of offering effective legal protection to aggrieved parties. Consequently, stronger regulation and oversight in the drafting of prenuptial agreements are necessary to ensure the realization of justice and legal certainty.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ani, N., Budiartha, I., & Widiati, I. (2021). Perjanjian perkawinan sebagai perlindungan hukum terhadap harta bersama akibat perceraian. Jurnal Analogi Hukum, 3(1), 17-21. https://doi.org/10.22225/ah.3.1.2021.17-21
Ambarita, S. (2022). Analisis yuridis akta perjanjian pengikatan jual beli yang dijadikan dasar hutang piutang oleh notaris (studi putusan mahkamah agung republik indonesia nomor 2848 k/pdt/2017). Fiat Iustitia Jurnal Hukum, 254-269. https://doi.org/10.54367/fiat.v2i2.1772
Apeldoorn, C.V. (2007). Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Pradnya Paramita.
Bahmid, B. (2019). Rekontruksi alasan-alasan pembatalan perjanjian dalam hukum perdata di Indonesia yang berkeadilan (Disertasi, Universitas Islam Sultan Agung).
Barkatullah, A. and Tavinayati, T. (2020). Janji kawin dalam perspektif hukum perdata. Lambung Mangkurat Law
Journal, 5(1), 25. https://doi.org/10.32801/lamlaj.v5i1.148
Dalimunthe, D. (2017). Akibat hukum wanprestasi dalam perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW). Jurnal Al-Maqasid: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan, 3(1), 12–29.
Dwiputra, A. (2022). Perjanjian kawin pasca berlakunya putusan mahkamah konstitusi nomor 69/puu-xiii/2015. Jurnal Education and Development, 11(1), 82-86. https://doi.org/10.37081/ed.v11i1.4251
Fatimah, S. (2022). Penafsiran asas kebebasan berkontrak dalam pembentukan perjanjian kawin berdasarkan perspektif gender. Jurnal Hukum dan Keadilan, 9(1), 88–103.
Khairandy, R. (2003). Hukum Perjanjian Indonesia. Yogyakarta: FH UII Press.
Maulana, R. and Bahreisy, B. (2022). Analisis tindakan wanprestasi terhadap perjanjian pemberian kredit pada pt. bank rakyat indonesia persero tbk. (studi putusan nomor 11/pdt.g.s/2020/pn bir). Neoclassical Legal Review Journal of Law and Contemporary Issues, 1(1), 71-84. https://doi.org/10.32734/nlr.v1i1.9613
Muhammad, A.K. (2000). Hukum Perdata Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Mulyani. (2010). Perjanjian perkawinan dalam sistem perundang-undangan di Indonesia (Studi terhadap Pasal 29 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 45–52 Kompilasi Hukum Islam) (Disertasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).
Nova, M., & Fartini, F. (2023). Peran notaris dalam perlindungan hukum perjanjian perkawinan. Jurnal Notariat dan Hukum, 15(2), 130–145.
Pakpahan, E., Isnainul, O., & Musliansyah, I. (2023). Tinjauan yuridis terhadap perjanjian kawin yang dibuat pasca perkawinan setelah dikabulkannya putusan mk no. 69/puu/xiii-2015 (analisis penetapan nomor 80/pdt.p/2020/pn.ptk). Iblam Law Review, 3(3), 232-246. https://doi.org/10.52249/ilr.v3i3.156
Prasetyawati, L., Hartini, S., & Mukti, A. (2024). Keadilan dalam klausul perjanjian kawin: Analisis yuridis terhadap praktik notarial. Jurnal Kajian Hukum Perdata, 12(1), 45–60.
Prihatin, L., Amin, M., & Darmawan, D. (2023). Implikasi asas proporsionalitas dalam wanprestasi: suatu upaya mewujudkan keadilan substantif. Jiip - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(1), 186-194.
Putri, A. N. (2020). Penyesatan dalam Perjanjian Perspektif KUH Perdata. Jurnal Hukum Pro Justitia, 38(3), 211-230.
Putri, E. and Rahayu, M. (2023). Dampak hukum terhadap notaris/ppat akibat tindakan melawan hukum oleh pegawai kantornya. Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(9), 15009-15018. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i9.14117
Rahardjo, S. (2006). Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Rahayu, E. T. (2017). Analisis Hukum tentang Perjanjian Kawin: Perspektif Gender dan Keadilan. Jurnal Mimbar Hukum, 29(2), 203–220.
Romli, M. (2021). Konsep syarat sah akad dalam hukum Islam dan syarat sah perjanjian dalam Pasal 1320 KUH Perdata. Jurnal Tahkim, 17(2), 173–188.
Santoso, B. (2018). Analisis Yuridis Mengenai Cacat Kehendak dalam Perjanjian. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 48(1), 45-60.
Siregar, Y. M. (2021). Unsur Penyesatan dalam Perjanjian menurut Perspektif Hukum Perdata. Jurnal Hukum dan Etika, 10(2), 97–112.
Subekti. (2008). Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa.
Sudharma, A., & Adhyaksa, Y. (2023). Ketimpangan gender dalam penyusunan perjanjian kawin: Perspektif hukum perdata Indonesia. Jurnal Gender & Hukum, 6(1), 56–71.
Susanti, D. O. (2018). Perjanjian kawin sebagai bentuk perlindungan hukum bagi pasangan suami istri (Perspektif Maqashid Syari’ah). [Nama jurnal tidak tercantum].
Wijayanti, D. (2019). Perlindungan Hukum terhadap Istri dalam Perjanjian Kawin yang Cacat Hukum. Jurnal Yuridis, 6(2), 154-169.
Zamroni, M., & Putra, A. P. (2020). Kedudukan hukum perjanjian kawin yang dibuat setelah perkawinan dilangsungkan. Al-Adl: Jurnal Hukum, 11(2), 114–136.
Zulkarnain, S. A., & Hakim, A. R. (2024). Batasan perjanjian perkawinan berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Darma Agung, 32(4), 164–175.
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.15568560
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



