Budaya Malu dan Penegakan Konstitusi Indonesia: Telaah Kritis atas Peran Mahkamah Konstitusi sebagai Pelindung Konstitusi
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Asshiddiqie, J. (2018). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Sinar Grafika.
Fadjar, A. M. (2020). Mekanisme rekrutmen hakim konstitusi dan implikasinya terhadap putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 17(1), 1-24.
Fatkhurohman, F. (2023). Analisis yuridis terhadap putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 dari perspektif etika yudisial. Jurnal Yuridis, 10(1), 78-92.
Hardianto, D. (2021). Mahkamah Konstitusi sebagai negative legislator dan positive legislator dalam pengujian undang-undang. Jurnal Konstitusi, 18(2), 341-362.
Harman, B. K. (2022). Demokrasi Konstitusional dan Desain Kelembagaan. Raja Grafindo Persada.
Hermawan, A. (2023). Partisipasi publik dalam pengawasan peradilan konstitusional sebagai wujud kedaulatan rakyat. Jurnal Ilmu Hukum, 14(1), 45-63.
Komolafe, F. (2019). Constitutional courts as positive legislators: A comparative analysis. International Journal of Constitutional Law, 17(3), 872-894.
Kurniawan, M. (2020). Dilema etis Mahkamah Konstitusi sebagai positive legislator dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum, 7(2),Konstitus
Mahfud, M. D. (2009). Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu. Rajawali Pers. Marwandianto, M. (2023). Analisis putusan Mahkamah Kehormatan Mahkama
Konstitusi Nomor 2/MKMK/L/11/2023. Jurnal Etika dan Hukum, 9(1), 112-128.
Pratiwi, C. S. (2022). Erosion of public trust in constitutional adjudication: Lessons from Indonesia. Journal of Constitutional Studies, 10(2), 215-233.
Putra, A. R. (2023). Rekonstruksi kode etik hakim konstitusi dalam upaya penguatan integritas peradilan. Jurnal Hukum dan Peradilan, 12(1), 67-89.
Saputra, E. E. (2023, November 8). Saat para mantan hakim konstitusi ingatkan budaya malu demi marwah MK. Kompas.id.
Sari, A. F. P., & Raharjo, P. S. (2022). Mahkamah Konstitusi sebagai negative legislator dan positive legislator. Souvereignty, 1(4), 681-691
Siahaan, M. (2022). Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. Konstitusi Press.
Siallagan, H. (2020). Problematika judicial review dan perkembangan kewenangan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 17(1), 123-142.
Soetiardjo, B. S. (2023, November 13). Budaya malu. Kompas.id. Surbakti, R. (2023). Memahami Ilmu Politik. Gramedia Pustaka Utama.
Taufik, M. (2022). Transparansi pengambilan keputusan sebagai instrumen penguatan etika yudisial di Mahkamah Konstitusi. Jurnal Etika dan Hukum, 8(2), 178-195.
Ting-Toomey, S., & Kurogi, A. (2016). Facework competence in intercultural conflict: An updated face-negotiation theory. International Journal of Intercultural Relations, 22(2), 187-225.
Wardani, K. (2021). Reformasi pengawasan etik hakim konstitusi: Studi komparatif dengan negara-negara demokrasi konstitusional. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(1), 134-156.
Widiarto, A. E. (2019). Implikasi Prinsip Sapta Karsa Hutama dalam pengambilan putusan
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



