Eksistensi Yuridis Surat Berharga dalam Transaksi Bisnis dan Sektor Perbankan Nasional

Adinda Gracelia Alicia Bakha, Alifah Rahma Kurnia, Ananda Rizka Sahara, Laura Noviyanti Anakota, Villy Nathanael Mora Saduk

Abstract


Negotiable instruments play an important role as means of payment, credit instruments, and evidence of claims in trade and banking. However, their use is vulnerable to breach of contract, forgery, and misuse. This article aims to analyze the concept, legal basis, types, functions, and legal status of negotiable instruments in Indonesia, as well as the mechanisms for their issuance, transfer, and encashment, including legal protection for the parties in the event of breach of contract or misuse. This study employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches through a literature review of primary and secondary legal materials, which are analyzed qualitatively using deductive reasoning. The findings indicate that negotiable instruments are regulated under the Indonesian Commercial Code (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang or KUHD) and regulations outside the KUHD, such as Bank Indonesia regulations concerning giro transfer orders (bilyet giro) and the Law on the Development and Strengthening of the Financial Sector (UU PPSK). These instruments possess abstract characteristics and are readily transferable. Negotiable instruments function as means of payment, credit instruments, and mechanisms for transferring claims, while also serving as liquidity instruments and collateral in the banking sector. Their issuance must satisfy formal requirements, while their transfer may be carried out through assignment (cessie), physical delivery, or endorsement. Encashment is conducted by presenting the instrument to the party obligated to make payment. Legal protection is available through civil, criminal, and banking administrative proceedings, with specific protection afforded to holders acting in good faith.

Keywords


Negotiable instruments, banking law, breach of contract, misuse, legal protection.

Full Text:

PDF

References


Bank Indonesia. (2016). Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/41/PBI/2016 tentang Bilyet Giro. Jakarta: Bank Indonesia.

Bank Indonesia. (2020). Bilyet Giro. Jakarta: Bank Indonesia.

Bank Indonesia. (2022). Laporan perekonomian indonesia dan instrumen moneter. Jakarta: Bank Indonesia.

Bank Indonesia. (2024). Peraturan Bank Indonesia Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing. Jakarta: Bank Indonesia.

Bank Indonesia. (t.t.). Ketentuan penatausahaan penarikan cek dan bilyet giro kosong serta Daftar Hitam Nasional. Jakarta: Bank Indonesia. https://www.bi.go.id

Djumhana, M. (2019). Hukum perbankan di Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Fuady, M. (2019). Teori hukum kontrak. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hermansyah. (2021). Hukum perbankan nasional Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (Wetboek van Koophandel) (Staatsblad 1847 Nomor 23).

Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek) (Staatsblad 1847 Nomor 23).

Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Lembaran Negara RI Tahun 2011 Nomor 20.

Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1.

Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Pen-guatan Sektor Keuangan. Lembaran Negara RI Tahun 2023 Nomor 4.

Kasmir. (2019). Bank dan lembaga keuangan lainnya. Depok: Rajawali Pers.

Muhammad, A. (2013). Hukum dagang tentang surat-surat berharga. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Muhammad, A. (2017). Hukum dagang indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Pratiwi, R. N., & Hidayat, T. (2023). Tanggung jawab hukum atas penyalahgunaan surat berhar-ga. Jurnal Arena Hukum, 16(1), 78–94.

Purwosutjipto, H. M. N. (1990). Pengertian pokok hukum dagang Indonesia, Jilid 7: Hukum surat berharga. Jakarta: Djambatan.

Purwosutjipto, H. M. N. (2018). Pengertian pokok hukum dagang Indonesia 6: Hukum surat berharga. Jakarta: Djambatan.

Rahardjo, S. (2000). Ilmu hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Simanjuntak, P. N. H. (2019). Hukum dagang indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Sjahdeini, S. R. (2021). Perbankan islam dan kedudukan instrumen keuangan kontemporer. Jakarta: Kencana.

Subekti. (2021). Hukum perjanjian. Jakarta: Intermasa.

Sutantya, R. H. (2013). Hukum surat berharga dan perkembangannya di Indonesia. Bandung: Alumni.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Usman, R. (2020). Hukum surat berharga dan perhitungannya di Indonesia. Bandung: Citra Ad-itya Bakti.

Widjaja, G. (2019). Memahami hukum surat berharga. Jakarta: Rajagrafindo Persada.




DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.23400632

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Media Hukum Indonesia (MHI)

E-ISSN :3032-6591

Organized by Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane,